Tampilkan postingan dengan label Soal Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soal Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Contoh Soal Membandingan Pola Penyajian Karya Sastra dan Pembahasannya


Teks I
Kepala dinas lingkungan hidup (LH) Kota Bekasi, Jumhana Lutfi mengatakan kualitas air di kali Bekasi berada di atas ambang baku mutu. Hasil tersebut didapatkan dari uji laboratorium sampel air kali Bekasi yang sebelumnya berwarna hitam pekat dan berbusa, Ia menjelaskan pihaknya sudah melakukan pengecekan dengan menyusuri kali Bekasi dari hulu hingga hilir kali.

Teks II
Kondisi air di kali Bekasi kembali berbusa pada hari Rabu, 27 September 2017. Busa tersebut memenuhi sungai. Busa yang mengalir di kali Bekasi mulai dari warna putih hingga warnayang sudah lebih menghitam. Selain itu, air kali tampak berwarna hitam pekat dan menimbulkan bau tidak sedap. Bau tidak sedap itu sangat tercium jika melintas di atas kali tepatnya di Bendungan Bekasi.

Perbedaan pola penyajian kedua berita tersebut adalah…
A. Teks I diawali unsur kapan, sedangkan teks II diawali unsur di mana
B. Teks I diawali unsur bagaimana, sedangkan Teks II diawali unsur apa
C. Teks I diawali unsur di mana, sedangkan Teks II diawali unsur siapa
D. Teks I diawali unsur apa, sedangkan Teks II diawali unsur mengapa
E. Teks I diawali unsure siapa, sedangkan Teks II diawali unsur apa

Pembahasan  :
Cermati perbedaan penggunaan bahasa pada kedua teks tersebut. Teks I menggunakan kosakata tidak baku yaitu komoditi. Kata komoditi seharusnya diperbaiki menjadi komoditas. Sementara itu, Teks II menggunakan ungkapan banting tulang. Ungkapan banting tulang berarti kerja keras. Jadi jawabannya D
Baca Selengkapnya

Contoh Soal Membandingkan Isi Karya Sastra dan Pembahasannya


Bacalah isi karya sastra berikut ini

Cerita Rakyat
Pada suatu hari Toba memancing di sungai dekat rumahnya. Ia berharap mendapat ikan besar dan segera dimasaknya untuk dijadikan laut. Tidak lama kemudian, mata kailnya disambar  ikan. Ia melihat seekor ikan besar tersangkut di mata pancingnya. Kemudain, Toba memperhatikan ikan besar yang berhasil ia tangkap. Ikan itu memiliki sisik kuning keemasan. Sisik ikan tampak berkilauan ketika terkena sinar matahari. Toba melepaskan mata kailnya dari mulut ikan tangkapannya. Tiba-tiba terjadi sebuah keajaiban. Ikan aneh bersisik kuning keemasan itu menjelma menjadin seorang perempuan yang cantik.

Hikayat 
Sebermala Panglima Dalung meminta Gadis Cik Inam untuk membawa tujuh butir bertih sebagai bekal selama dalam peti besi. Gadis Cik Inam semakin bingung. Pnglima Dalung tahu Gadis Cik Inam belum memahami maksudnya. Syahdan Pnglima Dalung meneruskan urainnya, kami akan pulang terlebih dahulu ke Tanah Galangan. Kalah Jelantang Api datang kemari, katakana kepadanya bahwa kunci peti besi ada di tangan kami. Supaya dapat membukanya, ia harus mencari kami ke Tanah Galangan . Disanalah kita akan membuat perhitungan dengannya.

Perbedaan penyajian isi cerita kedua kutipan tersebut adalah…

A. Cerita Rakyat : Menceritakan kehidupan sehari-hari seorang ibu
     Hikayat          : Menceritakan kehidupan seorang raja di Istana
B. Cerita Rakyat : Menceritakan kegembiraan
     Hikayat          : Menceritakan kesedihan tokoh dalam cerita
C. Cerita Rakyat : Menceritakan perbuatan lucu yang dialami tokoh
     Hikayat          : Menceritakan seorang ibu yang kehilangan empat anaknya
D. Cerita Rakyat : Menceritakan sejarah di suatu daerah
     Hikayat          : Menceritakan kehebatan seorang ulama di sebuah daerah
E. Cerita Rakyat : Menceritakan perbuatan jahat yang dilakukan tokoh utama
    Hikayat           : Menceritakan perjuangan kepala keluargga yang mencukupi kebutuhan

Pembahasan :
Kutipan cerita rakyat dan hikayat tersebut memiliki perbedaan isi cerita. Cerita rakyat menceritakan legenda Danau  Toba. Sementara itu, hikayat menceritakan seotrang perempuan yang diminta membawa tujuh butir bertih dari seorang panglima. Jadi jawabannya adalah E
Baca Selengkapnya

Contoh Soal Menyimpulkan Hubungan Antarbagian Dalam Kutipan Cerpen dan Pembahasan


1. Bacalah kutipan cerpen berikut !
Aku pun bertyanya, seperti biasanya, “Biar apa, Ayah?”
“Biar kamu tidak sombong jadi manusia, Zarah”Ujarnya sambil tersenyum, lalu mengecup keinginanku. Seperti biasanya.
Di tengah orang yang berlomba-lomba menjadi patung lilli, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.

Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah….
A. Sombong
B. Rendah hati
C. Religius
D. Bijaksana
E. Tabah

Pembahasan :
Watak diatas pada kutipan cerita di atas digambarkan melalui prcakapan antar tokoh dan tanggapan tokoh lain. Kalimat yang nenunjukkan tokoh berwatak rendah hati dalah kalimat kedua dan keempat. Pada kalimat kedua berisi pernyataan tokoh ayah “Biar kamu tidak sombong jadi manusia, Zarah.” Kalimat tersebut menunjukkan watak tokoh ayah yang tidak menyukai sikap sombong. Sikap rendah hati tokoh ayah juga dapat disimpulkan dari tanggapan takoh Zarah terhadap tokoh ayah pada kalimat terakhir Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia. Jadi jawabannya B


2. Bacalah kutipan cerpen berikut !

Kuingin kau berbohong kepadaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama padaku.

Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah..
A. Matahari meredup
B. Mentari di sebelah barat
C. Ketika kerumunan tidak bersama
D. Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu

Pembahasan :
Latar selalu berhubungan dengan tempat dan waktu. Temukan kata kunci yang merujuk pada waktu menjadi bukti latar pada kutipan drama tersebut. Kata kunci pada kutipan tersebut adalah mentari di sebelah barat. Jadi jawabannya B
Baca Selengkapnya

Contoh Soal Menyimpulkan Nilai Religi Dalam Kutipan Cerpen dan Pembahasan


Perhatikan kutipan cerpen berikut !
Dapat men Aku tidak mau lagi mengingat-ingat sisa pertemuan itu. Yang meledak karena merasa diperalat. Aku tahu persis. Bukan saja tak punya uang sebnyak itu, ayah juga merasa dilecehkan berlipat-lipat

Jaket ayah terongok di kursi belakang mobil kami sepanjang perjalanan pulang malam Itu. Ayah duduk di sampingku tanpa suara. Matanya yang biasa menyala-nyala tampak redup. Tegang diwajahnya membuat aku tahu, masih banyak kemarahan yang belum diluapkan.

Tanpa kata-kata ayah turun dari mobil, lalu masuk kemusola kecil kami di lantai atas. Hingga dini hari, ketika aku sudah tak sanggup lagi menahan kantuk, ayah belum keluar dari sana.

Nilai religi dalam kkutipan cerpen tersebut adalah......
A. Bersama orang tua melakukan pekerjaan untuk kepentingan oang banyak
B. Kepedulian seorang anak merupakan wujud kasih sayang anak kepada orang tua
C. Berdoa kepada tuhan untuk mendapatkan solusi  terhadap masalah yang dihadapi
D. Keinginan seorang ayah untuk selalu menunaikan ibadah di musala bersama anaknya
E. Harapan orang tua agar semua anggota keluarga selalu menjalankan perintah tuhan

Pembahasan :
Nilai religi tergambar pada kutipan cerpen tersebut ditunjukkan peristiwa yang dialami keluarga tokoh aku. Keluarga tokoh aku sangat agamis. Nilai religi yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah tokoh ayah berdoa di musala. Tokoh mengingat tuhan saat tertimpa masalah yang tidak dapat ia selesaikan sendiri. Dalam kutipan cerita tersebut, digambarkmasalah yang dihadapi tokoh ayah sangat berat. Jadi jawabannya adalah E

Baca Selengkapnya

Contoh Soal Menyimpulkan Nilai Moral dalam Kutipan Cerpen dan Pembahasan


Bacalah kutipan novel berikut ini!
Mat set mengambil mei-mei dan kursi tingginya dan memandangku sayu. Boy yangtidak tahu apa-apa ikut memandangku serupa dengan ayahnya. Aaaaaahhhhh. Aku melangkah dengan malas kearahnya, dengan setengah diseret. Mas set menggerak-gerakkan kepalanya sedikit, seakan-akan mendorongku untuk maju. Aku pun mendekatinya. Kepala mas set menunduk, memberi isyarat. Seperti robot yang di program,akupun bergerak sesuai petunjuk.
Perempuan berambut putih panjang yang disanggul cepol itu melirikku dan melengguh. Nyaliku ciut, tapi aku sudah terlanjur terprogram. Aku bersimpuh di hadapannya.” Maaf kan aku, Bu”. Kataku sambil merabahkan kepala ke pangkuannya.
Nilai moral dan kutipan novel tersebut adalah....
A. Mencukupi keperluan keluarga
B. Mnghargai pendapat orang tua
C. Mengharap bantuan orang tua
D. Meminta maaf kepada orang tua
E. Menuruti permintaan orang tua
Pembahasan :
Kutipan novel tersebut memuat nilai moral yang dapat dijadikan teladan bagi pembaca. Nilai moral dalam kutipan novel tersebut sebagai berikut.
  • Mendengarkan nasihat suami untuk meminta maaf
  • Mematuhi perintah orang tua
Sementara itu, kutipan novel juga memuat nilai moral negatif yang tidak dapat di tealadani yaitu marah kepda orang tua. Jadi nilai moral susuai kutipan novel tersebut terdapat pada pilihan jawaban D.
Baca Selengkapnya

Contoh Soal Menyimpulkan Akibat Konflik dalam Cerpen dan Pembahasan


Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
Jadi, kita akan kuburkan dia di Sirnagara?" katanya pelan-pelan, setengah ditujukan kepada dirinya sendiri. Soleha tidak bisa menjawab. Ia mau berpikir panjang. Ia mau mengatakannya, tapi ia segera ingat pada yang lain." Tapi, kita sudah kawinkan dia. Dan sekarang dia sudah jadi istri Sumarto. Apa yang akan dikatakan oleh Sumarto?" Pikirannya makin tidak enak kalau mengingat soal itu. Ia memang sudah keberatan ketika suami Soleha dipanggil orang dari kampung sawah untuk mengobati Pak Murad. Sebagai mantri kesehatan di sekitar itu memang tak ada dokter. Suami Soleha sering diminta pertolongan. Namun, ia tahu betul Pak Murad ayah Murni. Murni sekarang menjanda karena suaminya meninggal dunia. Suami Soleha saling mencintai dengan Murni ketika masih bujang dan gadis. Mereka tak dapat melaksanakan niat hatinya sebab Murni dipaksa kawin.
Peristiwa yang terjadi akibat konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah ........

A. Suaminya mengobati Pak Murad yang sakit
B. Suaminya sering diminta pertolongan karena tidak ada dokter.
C. Soleha tidak dapat menentukan tempat penguburan anaknya.
D. Suaminya akan bertemu dengan Murni anak Pak Murad.
E. Murni yang pernah dicintai suaminya sudah menjanda.

Pembahasan : 
Peristiwa akibat konflik merupakan kejadian yang menimbulkan berbagai masalah, pertentangan, ataupun kesukaran-kesukaran bagi para tokohnya. Konflik dalam cerita terjadi karena Soleha pernah mencintai Murni sehingga peristiwa yang mungkin akan terjadi akibat konflik adalah suami Soleha akan bertemu dengan Murni anak Pak Murad. Jadi jawabannya D
Baca Selengkapnya

Contoh Soal Menyimpulkan Penyebab Konflik dalam Cerpen dan Pembahasan


Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
Jadi, kita akan kuburkan dia di Sirnagara?" katanya pelan-pelan, setengah ditujukan kepada dirinya sendiri. Soleha tidak bisa menjawab. Ia mau berpikir panjang. Ia mau mengatakannya, tapi ia segera ingat pada yang lain." Tapi, kita sudah kawinkan dia. Dan sekarang dia sudah jadi istri Sumarto. Apa yang akan dikatakan oleh Sumarto?" Pikirannya makin tidak enak kalau mengingat soal itu. Ia memang sudah keberatan ketika suami Soleha dipanggil orang dari kampung sawah untuk mengobati Pak Murad. Sebagai mantri kesehatan di sekitar itu memang tak ada dokter. Suami Soleha sering diminta pertolongan. Namun, ia tahu betul Pak Murad ayah Murni. Murni sekarang menjanda karena suaminya meninggal dunia. Suami Soleha saling mencintai dengan Murni ketika masih bujang dan gadis. Mereka tak dapat melaksanakan niat hatinya sebab Murni dipaksa kawin.
Penyebab terjadinya konflik dalam kutipan tersebut adalah ...                                 
A. Karena suaminya mantri kesehatan
B. Karena suaminya diminta pertolongan
C. Karena cemburu terhadap Murni
D. Karena suami Soleha pernah mencintai Murni
E. Karena suaminya mengobati Pak Murad ayah Murni

Pembahasan :           
Konflik dalam cerita tersebut terjadi disebabkan karena suami Soleha pernah mencintai Murni. Hal ini dijelaskan dalam penggalan kalimat Murni sekarang menjanda karena suaminya meninggal dunia. Suami Soleha saling mencintai dengan Murni ketika masih bujang dan gadis. Jadi jawabannya D
Baca Selengkapnya